Uji Daya Hambat Berbagai Merek Hand Sanitizer Gel terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus
M0619022 Faradisania Adnan Murtadla
Penulis Mahasiswa Program Studi S1 Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam
A. Latar Belakang
Cuci tangan merupakan kegiatan sederhana
yang bertujuan untuk menghilangkan kotoran dan meminimalisir jumlah kuman yang
ada ditangan dan telapak tangan. Seiring berjalannya waktu, mencuci tangan
bukanlah satu-satunya cara untuk membersihkan tangan dari kotoran dan mikroba.
Terdapat cara yang lebih praktis yaitu dengan menggunakan suatu cairan gel
antiseptik yang bisa digunakan dimana saja dan kapan saja tanpa harus
membilasnya dengan air, cairan atau gel antiseptik ini disebut “hand sanitizer”. Hand
sanitizer merupakan zat antiseptik dengan kandungan zat aktif berupa
alkohol dan bahan antimikroba lain yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri
Gram positif dan Gram negatif pada tangan. Escherichia coli merupakan
bakteri Gram negatif sedangkan Staphylococcus aureus merupakan
baktei Gram positif dan keduanya secara alami tumbuh pada tubuh dan
kulit manusia.
Cara pemakaian yang praktis tanpa
memerlukan adanya sumber air dan mematikan kuman secara cepat menjadikan
kelebihan utama dari hand sanitizer yang membuat konsumen
produk ini tertarik untuk membeli produk hand sanitizer. Jumlah
konsumen hand sanitizer meningkat karena cara pemakaian yang
praktis tanpa memerlukan adanya sumber air. Pada masa sekarang ini, banyak
merek hand sanitizer yang berada dipasaran sehingga masyarakat
memiliki banyak pilihan untuk membeli produk hand sanitizer dengan
merek tertentu. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk meriview jurnal ini
yang berjudul Uji Daya Hambat Berbagai Merek Hand Sanitizer Gel terhadap
Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli danStaphylococcus aureus.
B. Tujuan Artikel Ilmiah
Penelitian jurnal ini bertujuan untuk
mengetahui daya hambat 5 merek hand sanitizer gel terhadap Eschericia
coli dan Staphylococcus aureus serta
menganalisis faktor yang menjadi pertimbangan konsumen dalam membeli hand
sanitizer dengan merek tertentu.
C. Pembahasan
Penelitian jurnal ini dilakukan dengan 2
metode yaitu uji aktivitas antimikroba melalui terbentuknya zona
hambat hand sanitizer terhadap mikroba
uji dan analisis waktu penghambatan optimum terhadap pertumbuhan
mikroba di telapak tangan. Penentuan sampel dilakukan dengan
penyebaran kuisioner dengan teknik accidental sampling.
Pengujian zona hambat dilakukan dengan mengukur Diameter Daya Hambat (DDH)
dari 5 merek hand sanitizer menggunakan
metode disc diffusion yaitu dengan merendam disk blank pada
sampel kemudian disk blank diletakkan pada media MHA (Mueller
Hinton Agar) yang sudah terdapat biakan bakteri uji dan diinkubasi selama
24 jam. Dilakukan replikasi 3 kali dan di analisis dengan one way anova SPSS
19. Sedangkan waktu penghambatan optimum dari hand sanitizer diuji
dengan penggunaan secara langsung kelima merek hand sanitizer pada
probandus dan menempelkan jari pada media agar darah. Pengujian dilakukan
selama 12 menit setelah pemakaian dengan jeda penempelan pada media agar setiap
3 menit agar lebih mudah mengetahui penurunan atau peningkatan koloni bakteri
yang tumbuh pada media agar setiap 3 menitnya setelah diinkubasi selama 24 jam.
Hand sanitizer gel merek A, B, C, D dan E
diuji aktivitas daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus
aureus ATCC 25923 dan Escherichia coli ATCC
25922. Daya Hambat ditunjukkan dengan adanya zona hambat pertumbuhan bakteri di
sekitar sampel yang diujikan dan diukur kemampuannya dengan diameter daya
hambat (DDH). Daya hambat tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa hal yaitu :
1. Zona hambat berdasarkan perbedaan jenis
bakteri,
2. Zona hambat berdasarkan viskositas sampel,
dan
3. Zona hambat berdasarkan zat aktif setiap
merek.
Waktu penghambatan optimum diartikan
sebagai waktu ketika zat aktif dari hand sanitizer bekerja pada waktu terbaik
selama pengujian yang terlihat dari koloni bakteri yang terbunuh serta
peghambatan terhadap bakteri yang tumbuh kembali. Hand sanitizer merek
A waktu penghabatan terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus yang
lebih baik dibandingkan dengan merek lain karena dapat membunuh serta
menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus setelah
menit ke 0 hingga menit ke 12, hand sanitizer merek B memiliki
waktu penghambatan optimum hanya pada awal pemakaiannya saja dengan membunuh
cukup banyak kuman dari menit ke 0 hingga 3, terjadi penurunan jumlah koloni
yang cukup baik. Tetapi efek tersebut tidak dapat bertahan lama. Hand
sanitizer merek C dan D memiliki waktu penghambatan optimum pada menit
ke 6 setelah pemakaiannya hingga menit ke 12 karena dapat menrunkan jumlah
koloni bakteri pada menit tersebut. Sedangkan waktu penghambatan optimum pada
merek E, cenderung terjadi setelah menit ke 0 hingga menit ke 6 saja tidak
bertahan hingga akhir waktu pengujian.
Faktor yang paling banyak dipertimbangkan
oleh konsumen untuk membeli produk hand sanitizer gel dengan
merek tertentu adalah karena adanya iklan di media cetak maupun elektronik
sebesar 42,80%. Responden paling banyak membeli hand sanitizer merek
C dengan presetase 45,4 %. Hand sanitizer gel dengan merek C
paling banyak dibeli karena dalam pemasarannya, hand sanitizer C
telah ada di berbagai iklan di media cetak maupun elektronik dengan ulasan yang
unggul tentang produk merek C sehingga lebih dikenal oleh masyarakat dari
berbagai daerah dan berbagai lapisan masyarakat.
D. Kesimpulan
Kesimpulan yang didapakan berdasarhan
hasil penelitian dalam jurnal ini adalah terdapat tiga merek hand sanitizer yang
memiliki daya hambat terhadap Eschericia coli sedangkan semua
merek hand sanitizer memiliki daya hambat terhadap Staphylococcus
aureus dengan sifat daya hambat yang lemah hingga sangat kuat. Faktor
utama yang menjadi pertimbangan konsumen dalam pembelian produk hand
sanitizer adalah iklan di media cetak/ elektronik.
Sumber:
https://jurnal.uns.ac.id/jpscr/article/view/15380, https://jurnal.uns.ac.id/jpscr/article/view/15380, https://jurnal.uns.ac.id/jpscr/article/view/15380, https://jurnal.uns.ac.id/jpscr/article/view/15380, https://jurnal.uns.ac.id/jpscr/article/view/15380
Komentar
Posting Komentar